Minggu, 10 Oktober 2010

Dari Lingkungan Hidupnya, Anak-anak Belajar

Jika anak banyak dicela, ia akan terbiasa menyalahkan
Jika anak banyak dimusuhi, ia akan terbiasa menentang
Jika anak dihantui ketakutan, ia akan terbiasa merasa cemas
Jika anak banyak dikasihani, ia akan terbiasa meratapi nasibnya
Jika anak dikelilingi olok-olok, ia akan terbiasa menjadi pemalu
Jika anak dikitari rasa iri, ia akan terbiasa merasa bersalah

Jika anak serba dimengerti, ia akan terbiasa menjadi penyabar
Jika anak banyak diberi dorongan, ia akan terbiasa percaya diri
Jika anak banyak dipuji, ia akan terbiasa menghargai
Jika anak diterima oleh lingkungannya, ia akan terbiasa menyayangi
Jika anak tidak banyak dipersalahkan, ia akan terbiasa senang menjadi dirinya sendiri
Jika anak mendapatkan pengakuan dari kiri-kanan, ia akan terbiasa menetapkan arah langkahnya

Jika anak diperlakukan dengan jujur, ia akan terbiasa melihat kebenaran
Jika anak ditimbang tanpa berat sebelah, ia akan terbiasa melihat keadilan
Jika anak mengenyam rasa aman, ia akan terbiasa mengandalkan diri dan mempercayai orang sekitarnya
Jika anak dikerumuni keramahan, ia akan terbiasa berpendirian

Sungguh indah dunia ini!

Bagaimanakah anak Anda?

(by Dorothy Low Nolte - Children Learn What They Live With)

Senin, 04 Oktober 2010

"Letakkan Gelasnya!"

Cerita ini aku baca di majalah Alia no.09 tahun VII bulan Maret 2010 halaman 173. Cerita yang menarik dan wajib untuk direnungkan, dipahami, dan dipraktekkan.

Seorang guru memulai kelasnya sambil memegang segelas air.
"Menurut kalian berapa berat gelas ini?"
"Lima puluh gram? Seratus gram?" Para siswa menebak.
"Saya tidak tahu berapa berat gelas ini, kecuali kalau saya benar-benar menimbangnya," kata sang guru. "Tapi pertanyaan sesungguhnya adalah, 'Apa yang akan terjadi jika saya mengangkatnya seperti ini selama beberapa menit?"
"Ya tidak terjadi apa-apa laaah!"
"Apa yang akan terjadi jika saya mengangkatnya seperti ini selama satu jam?"
"Pegal Pak!"
"Benar. Bagaimana jika saya memegangnya seharian ini?"
"Lengan Bapak pasti akan mati rasa, Bapak pasti akan stres berat dan mengalami kelumpuhan otot, lalu harus pergi ke rumah sakit pastinya," jawab siswa lain memberanikan diri, sambil setengah tertawa.
"Bagus. Tapi selama itu terjadi, akankah berat gelas mengalami perubahan?"
"Tidak."
"Lalu apa yang akan menyebabkan lengan ini sakit dan ototku kram?"
Para siswa terdiam. Bingung.
"Bapak harus meletakkan gelas itu?" seorang siswa mencoba-coba.
"Tepat! Masalah dalam hidup kita ya seperti itu juga. Coba simpan selama beberapa menit saja di kepala kalian, maka tidak terjadi apa-apa. Tapi coba kalian simpan untuk waktu lama, maka kalian akan mulai sakit kepala. Simpan lebih lama lagi maka kalian bisa jadi akan lumpuh."
Masalah hidup adalah ujian dari Allah dan tidak ada kemudahan serta kekuatan untuk menyelesaikannya selain dari Allah saja. Kalau Anda mengira bahwa Anda bisa menyelesaikan semua tantangan dengan kemampuan otak Anda sendiri, maka Anda akan "lumpuh".

Tentang Sahabat

Pernah aku membaca di salah satu pesan account grup sebuah jejaring sosial, isinya menarik banget (menurutku) dan layak untuk direnungkan. Begini......

Tahukah kamu  hubungan antara dua bola matamu?
Mereka berkedip bersama, bergerak bersama, menangis, melihat dan tidurpun bersama-sama, walaupun mereka tidak pernah melihat satu sama lainnya.
PERSAHABATAN seharusnya seperti itu.....

Bagaimana menurut anda? Apakah setuju dengan serangkaian kalimat diatas?

Ya... sahabat sejati selalu ada disaat kita membutuhkannya, susah maupun senang, tanpa pamrih, semuanya didasari keikhlasan. Dan yang pasti, sahabat sejati tak pernah menjatuhkan dan membuat menderita sahabatnya.