Jumat, 27 Mei 2011

Secuil Cerita Tentangmu....

Sepasang mata itu masih menatapku tanpa merasa bersalah. Aku semakin tajam menatapnya dengan penuh kekesalan. Andai saja kamu tahu.... desahku dalam hati.
Aku memilih mengabaikan saja apa yang baru saja dia katakan. Kulangkahkan kaki meninggalkan kerumunan teman-temanku yang asyik bercengkerama menikmati malam di pantai Kuta.
Mending di sini deh, menyendiri di teras kamar, dan tenggelam dalam dunia detektif  Hercule Poirot.
"Hey Ran, kok gak ikut yang lainnya ke pantai?
Sebuah suara mengagetkanku, kulihat Andi sudah duduk di sebelahku.
"Malas lah An, enak disini." jawabku sambil menutup novelku. "Kamu sendiri?" tanyaku kemudian.
"Aku sudah kembali sama Dani." jawabnya.
Dani.... Ahhh.... nama itu lagi.... batinku.
Jengah rasanya....
"Tadi Yayak kesini kan? Kok tumben kalian tidak pergi berdua?" tanyanya lagi sebelum aku sempat buka suara.
"Sudah lah An...." jawabku sekenanya. "Pacar juga bukan, mau keluar berdua...?" lanjutku.
"Lho?!?" Andi tersentak. "Gak salah nih Ran? Bukannya di sekolah kalian kemana-mana selalu berdua?" lanjutnya menyelidik.
"Sudah ahh.... Ayo gabung ke sana." jawabku seraya bangkit dan melangkahkan kaki menuju teras kamar seberang yang sudah ramai oleh teman-teman.
Kuhabiskan sisa malam itu dengan mereka.

*****

Deburan ombak itu masih sama seperti kemarin, tapi aku tak pernah bosan untuk memandangnya. Riak-riaknya memecah di pasir pantai. Mengalun seirama....
"Ranti..." 
Aku menoleh mengamati sosok yang sudah berdiri di belakangku.
'Ntah kenapa, tiba-tiba saja aku malas memandangnya. Aku bangkit dari dudukku. Dan melangkah menuju riak-riak ombak yang memecah di pantai.
"Ranti..." panggilnya lagi dan dia sudah menggapai tanganku.
"Ada apa..." jawabku datar, dan terus melangkah menyusuri pantai.
"Ranti, maaf atas kejadian semalam." 
Aku terdiam.
"Andi sudah cerita tentang semalam." lanjutnya.
Kuhentikan langkahku dan menatapnya tajam.
Ingin kukeluarkan semua yang ada di hatiku, tapi mulutku benar-benar terkunci.
Kupilih membuang pandanganku ke laut lepas.
"Ran...." panggilnya.
"Okay... gak apa-apa kok Dan..." cuma itu kalimat yang meluncur dari mulutku.
"Makasih Ran...." jawabnya sambil berlalu meninggalkanku.
Aku memandang kepergiannya dari sudut mataku.
Itulah terakhir kalinya aku melihatnya.

*****
Pantai Kuta.... masih sama. Deburan ombaknya pun masih sama. Riak-riaknya memecah di pasir pantai. Mengalun seirama.
Yang membuatnya beda, aku sendiri disini. Tak ada Yayak.... Juga tak ada Dani.... Bahkan teman-temanku lainnya.
Aku hanya bisa mengenangmu disini Dan....
Mengenang rasa sayangku yang tak pernah terungkap...
Aku biarkan segalanya tersimpan di sudut hati, 
'ntah sampai kapan....
Selamat jalan, Dani....

  *****


Hanya sekedar fiksi....
Maaf yaa kalo ada kesamaan nama ato cerita...
(gresik, 27052011)



Kamis, 26 Mei 2011

Ini Buatmu....

Aku masih ingat betul, sekitar jam 10 pagi di suatu hari setahun lalu, tiba-tiba handphoneku berbunyi tanda ada sms masuk. 
Hmmm... dari seorang teman lama nee....

"Pagi Bu... aku baru saja beres-beres gudang rumahku, tanpa sengaja aku menemukan hiasan yang pernah kamu berikan ke aku dulu yang ada tulisannya begini 'Walaupun kamu sering membuatku keki dan marah, tapi kamu tetap teman terbaik buatku'." begitu isi smsnya.

Woww....!!! tersentak kaget aku dibuatnya.... ternyata dia masih menyimpan benda itu walaupun tanpa sengaja dan tersimpan rapi di sudut gudang rumahnya. Itu hampir 23 tahun yang lalu.... bukan waktu yang singkat kan...

Sekarang pertemanan itu sudah berkembang menjadi persahabatan 2 keluarga... Semua tetap terjalin manis, yang pasti makin ramai dengan bidadari-bidadari kecil kita...
Makasih banyak yaa sudah menyimpan benda itu...
Makasih banyak sudah mau menjadi teman terbaikku meskipun kamu tetap sering membuatku keki dan marah.... heheheeee......

--- Buat seorang teman ---



Jumat, 20 Mei 2011

Baju Robot

Baru kali ini lho dapat orderan 'jahitan' bikin baju robot dengan bahan selain kain, alias bahan-bahan yang ada disekitar kita.  Semula memang ragu, bisa gak yaa bikinnya... sudah puyeng duluan mikir dibuat seperti apa model bajunya, dari bahan apa.... ditambah lagi waktu pengerjaannya yang cuman 2 mingguan... haduhhhh..... Tapi gak apa-apa dee... demi ponakan yaa...

Alhamdulillah ide bahan datang begitu aja disaat kerja sambil tidak sengaja merhatiin asistenku yang suka bawa minum air mineral dalam botol. Wah boleh tuh... minta botolnya, pasti numpuk kan di rumahnya. Makasih ya Beth... sudah mau menyumbangkan 25 biji botol bekas air mineralnya...
Sketsa baju robotnya justru Papi yang bikin, maklum gak terlalu bisa menggambar... heheee.... meski ide model dari aku. Dibikin begini lho Pi... Yang sebelah sini mauku begini.... Rasanya enak yaa mengkomando, yang gambar itu lho sedikit puyeng juga ternyata.... 

Sketsa sudah jadi, bahan juga sudah ada.... mulai berkreasi dee.... gunting sana, gunting sini, ukur dulu biar sesuai sama si kecil Ersa. Untuk menyatukan potongan-potongan botol itu, aku pake strapples aja, mulanya mau pake lem tembak see, tapi kuatir leleh kena panasnya.

Sim salabim.... bagian-bagian bajunya sudah terbentuk, tinggal mengecat aja nee.... Hehehee... ternyata urusan mengecat ini mesti aku serahkan ke ahlinya aja dee... soalnya kuatir jadinya jelek kalo aku yang kerjakan.

Begitu cat kering, langsung dee jepret sana-sini sampe jadi baju robot. Asesorisnya aku pakai aluminium foil bekas susu, kardus susu, dan tutup botol air mineral.  Wah ternyata, perlu ada yang dijahit juga nee biar lebih kuat nempelnya.... Oh iya... untuk helmnya, dari bola plastik yang dipotong, dibentuk dan dicat biar sesuai dengan bajunya.

Nah.... jadi sudah baju robotnya.....
Alhamdulillah, banyak surprise lho.... Ordernya dadakan, waktunya juga singkat banget, sampai ditempat lomba sudah pesimis banget karena peserta lainnya bagus-bagus.... tapi....  ternyata Ersa menang lho.... untuk kategori TK A, dan Ersa juga jadi satu-satunya pemenang dari Dunia Suzan Anak Sholeh cabang Malang....

Semua capek, ruwet, ribet, dll..... terbayar sudah dengan hasil yang dicapai....
Makasih yaa... buat Papi untuk sketsanya, buat Ayankku yang membantuku bikin helm dan yang kebagian mengecat baju dan asesorisnya, buat asistenku-Beta buat botol-botolnya... heheee...... Makasih juga buat Ersa dan mama Tata.... tahun depan mau kok diributi lagi untuk bikin kostum unik....


Rabu, 11 Mei 2011

Kisah Seorang Raja

Cerita ini dikirim via email oleh teman terbaikku... Makasih share-nya yaa...
 
Cerita fiktif nan inspiratif ini pasti sudah sering kita baca. Saya tdk pernah bosan membacanya sbg pengingat, semoga rekan-rekan juga....

---------------------

Ada seorang raja yang setiap pergi berburu selalu ditemani oleh seorang sahabatnya yg terkenal dgn ketaqwaan. Tiap kali raja menemui sesuatu yg tdk meng'enak'kan, sahabatnya selalu berkata, “Semoga itu baik, Insya Allah.” Kata-kata ini selalu diulang-ulang pada setiap kejadian yg secara dhohir adalah kejadian buruk.

Pada suatu hari saat sang raja berburu bersama sahabatnya ditemani oleh pengawalnya, jari raja terkena tombak & terpotong. Si sahabat berkata, “Semoga itu baik, Insya Allah.” Raja marah & memerintahkan pengawalnya utk memenjarakannya. Saat pengawal ditanya, “Apa yg dikatakannya saat kalian menutup pintu penjara?” Pengawal menjawab, “Ia hanya mengatakan : Semoga ini baik, insya Allah”.

Suatu ketika saat raja pergi berburu tanpa ditemani oleh sahabatnya, ia tersesat di hutan. Sedangkan di hutan tsb terdapat suku yg menyembah berhala & tiap tahun mengkorbankan orang kepada berhalanya tsb. Raja pun ditangkap oleh suku tsb. Namun, saat diperiksa didapati bahwa jari raja tdk lengkap. Mereka pun menolak mengkorbankannya, karena korban harus dlm kondisi yg sempurna. Raja lalu dilepas & ia kembali ke istananya.

Akhirnya ia menyadari kebenaran ucapan sahabatnya. Sahabatnya pun dikeluarkan dari penjara. Raja bertanya, “Ketika engkau mengatakan - Semoga itu baik, Insya Allah - saat jariku terpotong, aku menyadari bahwa kebaikan itu adalah aku tdk jadi disembelih utk berhala karena fisikku tdk sempurna. Sekarang saat engkau dipenjara, apakah kebaikan itu?” Ia menjawab, “Andaikata saya tdk dipenjara pasti saat itu saya bersamamu, maka mereka akan menyembelih saya sbg penggantimu”.

Jika kita mendapat kejadian buruk ucapkan: "Semoga ini baik, Insya Allah.” Semoga ALLAH memberi kebaikan pada kehidupan kita. Amin.

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu & boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah Maha Mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui”. (QS.Al-Baqarah:216)

Minggu, 08 Mei 2011

Keep Fight!!!


Cerita ini ditulis oleh seorang teman di sebuah milis. 
Ceritanya memotivasi sekali. Simak dee... 
 
Pada suatu hari, seperti biasanya kami berkendaraan menuju ke suatu tempat. Dan aku yang mengemudi. Setelah beberapa puluh kilometer, tiba² awan hitam datang bersama angin kencang. Langit menjadi gelap. Kulihat beberapa kendaraan mulai menepi & berhenti.

"Bagaimana Ayah? Kita berhenti?", aku bertanya.
"Teruslah mengemudi!", kata Ayah. Aku tetap menjalankan mobilku. Langit makin gelap, angin bertiup makin kencang. Hujanpun turun. Beberapa pohon bertumbangan, bahkan ada yang diterbangkan angin. Suasana sangat menakutkan.

Kulihat kendaraan² besar juga mulai menepi & berhenti.
"Ayah...?"
"Teruslah mengemudi!" kata Ayah sambil terus melihat ke depan. 
Aku tetap mengemudi dengan bersusah payah.
Hujan lebat menghalangi pandanganku sampai hanya berjarak beberapa meter saja. Anginpun mengguncang²kan mobil kecilku. Aku mulai takut.
Tapi aku tetap mengemudi walaupun sangat perlahan.

Setelah melewati beberapa kilometer ke depan, kurasakan hujan mulai mereda & angin mulai berkurang. Setelah beberapa killometer lagi, sampailah kami pada daerah yg kering & kami melihat matahari bersinar muncul dari balik awan.
"Silakan kalau mau berhenti dan keluarlah", kata Ayah tiba². 
"Kenapa sekarang?", tanyaku heran.
"Agar engkau bisa melihat dirimu seandainya engkau berhenti di tengah badai".

Aku berhenti & keluar.Kulihat jauh di belakang sana badai masih berlangsung. Aku membayangkan mereka yg terjebak di sana dan berdoa, semoga mereka selamat.
Dan aku mengerti bahwa jangan pernah berhenti di tengah badai karena akan terjebak dalam ketidakpastian & ketakutan kapan badai akan berakhir serta apa yang akan terjadi selanjutnya.

Jika kita sedang menghadapi "badai" kehidupan, teruslah berjalan, jangan berhenti, jangan putus asa karena kita akan tenggelam dalam keadaan yang terus kacau, menakutkan & penuh ketidak-pastian.

Lakukan saja apa yang dapat kita lakukan, & yakinkan diri bahwa badai pasti berlalu.

Jadikanlah kebiasaan yg positif untuk tidak menyerah hari ini, esok dan akan datang.