Cerita ini dikirim via email oleh teman terbaikku... Makasih share-nya yaa...
Cerita fiktif nan inspiratif ini pasti sudah sering kita baca. Saya tdk pernah bosan membacanya sbg pengingat, semoga rekan-rekan juga....
Ada seorang raja yang setiap pergi berburu selalu ditemani oleh seorang sahabatnya yg terkenal dgn ketaqwaan. Tiap kali raja menemui sesuatu yg tdk meng'enak'kan, sahabatnya selalu berkata, “Semoga itu baik, Insya Allah.” Kata-kata ini selalu diulang-ulang pada setiap kejadian yg secara dhohir adalah kejadian buruk.
Pada suatu hari saat sang raja berburu bersama sahabatnya ditemani oleh pengawalnya, jari raja terkena tombak & terpotong. Si sahabat berkata, “Semoga itu baik, Insya Allah.” Raja marah & memerintahkan pengawalnya utk memenjarakannya. Saat pengawal ditanya, “Apa yg dikatakannya saat kalian menutup pintu penjara?” Pengawal menjawab, “Ia hanya mengatakan : Semoga ini baik, insya Allah”.
Suatu ketika saat raja pergi berburu tanpa ditemani oleh sahabatnya, ia tersesat di hutan. Sedangkan di hutan tsb terdapat suku yg menyembah berhala & tiap tahun mengkorbankan orang kepada berhalanya tsb. Raja pun ditangkap oleh suku tsb. Namun, saat diperiksa didapati bahwa jari raja tdk lengkap. Mereka pun menolak mengkorbankannya, karena korban harus dlm kondisi yg sempurna. Raja lalu dilepas & ia kembali ke istananya.
Akhirnya ia menyadari kebenaran ucapan sahabatnya. Sahabatnya pun dikeluarkan dari penjara. Raja bertanya, “Ketika engkau mengatakan - Semoga itu baik, Insya Allah - saat jariku terpotong, aku menyadari bahwa kebaikan itu adalah aku tdk jadi disembelih utk berhala karena fisikku tdk sempurna. Sekarang saat engkau dipenjara, apakah kebaikan itu?” Ia menjawab, “Andaikata saya tdk dipenjara pasti saat itu saya bersamamu, maka mereka akan menyembelih saya sbg penggantimu”.
Jika kita mendapat kejadian buruk ucapkan: "Semoga ini baik, Insya Allah.” Semoga ALLAH memberi kebaikan pada kehidupan kita. Amin.
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu & boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah Maha Mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui”. (QS.Al-Baqarah:216)
---------------------
Ada seorang raja yang setiap pergi berburu selalu ditemani oleh seorang sahabatnya yg terkenal dgn ketaqwaan. Tiap kali raja menemui sesuatu yg tdk meng'enak'kan, sahabatnya selalu berkata, “Semoga itu baik, Insya Allah.” Kata-kata ini selalu diulang-ulang pada setiap kejadian yg secara dhohir adalah kejadian buruk.
Pada suatu hari saat sang raja berburu bersama sahabatnya ditemani oleh pengawalnya, jari raja terkena tombak & terpotong. Si sahabat berkata, “Semoga itu baik, Insya Allah.” Raja marah & memerintahkan pengawalnya utk memenjarakannya. Saat pengawal ditanya, “Apa yg dikatakannya saat kalian menutup pintu penjara?” Pengawal menjawab, “Ia hanya mengatakan : Semoga ini baik, insya Allah”.
Suatu ketika saat raja pergi berburu tanpa ditemani oleh sahabatnya, ia tersesat di hutan. Sedangkan di hutan tsb terdapat suku yg menyembah berhala & tiap tahun mengkorbankan orang kepada berhalanya tsb. Raja pun ditangkap oleh suku tsb. Namun, saat diperiksa didapati bahwa jari raja tdk lengkap. Mereka pun menolak mengkorbankannya, karena korban harus dlm kondisi yg sempurna. Raja lalu dilepas & ia kembali ke istananya.
Akhirnya ia menyadari kebenaran ucapan sahabatnya. Sahabatnya pun dikeluarkan dari penjara. Raja bertanya, “Ketika engkau mengatakan - Semoga itu baik, Insya Allah - saat jariku terpotong, aku menyadari bahwa kebaikan itu adalah aku tdk jadi disembelih utk berhala karena fisikku tdk sempurna. Sekarang saat engkau dipenjara, apakah kebaikan itu?” Ia menjawab, “Andaikata saya tdk dipenjara pasti saat itu saya bersamamu, maka mereka akan menyembelih saya sbg penggantimu”.
Jika kita mendapat kejadian buruk ucapkan: "Semoga ini baik, Insya Allah.” Semoga ALLAH memberi kebaikan pada kehidupan kita. Amin.
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu & boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah Maha Mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui”. (QS.Al-Baqarah:216)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar